aku terharu ketika membaca sebuah pesan singkat dari kakakku yang mengatakan:
" Selamat bagimu wahai wanita cerdas,terpelajar, berwawasan luas. pendidik para pahlawan dan pencetak orang-orang besar."
sungguh itu surprice banget buatku. dan bagiku itu semua sebagai motifasi untukku agar terus dan terus melangkah untuk mendekati titik maksimum itu. menjadi sempurna. kalaupun tidak bisa aku akan berusaha menjadi pendidi para pahlawan dan orang-orang besar yang seperti dikatakan kakakku itu. amin lagi deh...
aku yakin dengan seyakin-yakin iman kepada Allah. bahawa Allah Maha Mendengar semua do'a-do'a hambanya.
ini adalah IMPIANKU, bukan sebatas angan-angan.
karena mimpi bersifat realistis, dan angan-angan tidak terbangun atas realitas. mimpi adalah cara membangun Realitas dan Angan-angan adalah cara memanipulasi realitas...
dan aku tidak mau menjadi orang yang memanipulasi REALITAS...!!!
Tampilkan postingan dengan label cerita Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Jogja. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Oktober 2009
jgn menertawakan aku
mungkin kalian akan menertawakanku karena baru baca buku hebatnya ustadz Anis Matta yang berjudul " MENCARI PAHLAWAN INDONESIA "...hi..hi..hi..
gak apa-apa deh..
karena aku lebih dulu menertawakan diriku..he..he..
setelah baca buku itu. aku merasakan air kepahlawanan yang ada dalam diriku beriak dan aku mulai merasakan deburnya.
pernah suatu ketika aku berfikir lebih enak jadi orang biasa. karena menjadi orang biasa nyaris tanpa resiko. tapi aku merasakan hal yang lain dalam jiwaku. mungkin itu yang disebut ustadz Anis dengan jiwa kepahlawanan. aku ingin menjadi orang unik, menjadi pahlawan di tengah keluargaku, masyarakatku, agamaku semoga juga Negeriku, yang kan tetap dikenang. aku tidak ingin menjadi orang yang seperti dikatakan oleh ABU TAMMAM " tidak ada aib yang kutemukan dalam diri seorang manusia, melebihi aib orang-orang yang sanggup menjadi sempurna. namun tidak mau menjadi sempurna."
mungkin sekarang aku belum sempurna dan memang tak ada manusia yang sempurna. karena memang itulah kenyataannya.
benar yang ustadz Anis katakan. kalau kesempurnaan itu relatif.
ukuran kesempurnaan adalah batas maksimum dari kemampuan setiap individu untuk berkembang. maka bergerak menuju kesempurnaan adalah bergerak menuju batas maksimum itu.
dan aku ingin mendekati batas maksimum itu.
eeee.....jangan ketawa. amiiiin....=)
gak apa-apa deh..
karena aku lebih dulu menertawakan diriku..he..he..
setelah baca buku itu. aku merasakan air kepahlawanan yang ada dalam diriku beriak dan aku mulai merasakan deburnya.
pernah suatu ketika aku berfikir lebih enak jadi orang biasa. karena menjadi orang biasa nyaris tanpa resiko. tapi aku merasakan hal yang lain dalam jiwaku. mungkin itu yang disebut ustadz Anis dengan jiwa kepahlawanan. aku ingin menjadi orang unik, menjadi pahlawan di tengah keluargaku, masyarakatku, agamaku semoga juga Negeriku, yang kan tetap dikenang. aku tidak ingin menjadi orang yang seperti dikatakan oleh ABU TAMMAM " tidak ada aib yang kutemukan dalam diri seorang manusia, melebihi aib orang-orang yang sanggup menjadi sempurna. namun tidak mau menjadi sempurna."
mungkin sekarang aku belum sempurna dan memang tak ada manusia yang sempurna. karena memang itulah kenyataannya.
benar yang ustadz Anis katakan. kalau kesempurnaan itu relatif.
ukuran kesempurnaan adalah batas maksimum dari kemampuan setiap individu untuk berkembang. maka bergerak menuju kesempurnaan adalah bergerak menuju batas maksimum itu.
dan aku ingin mendekati batas maksimum itu.
eeee.....jangan ketawa. amiiiin....=)
untuk adik-adikku di TPA
terimakasih telah mengingatkanku, terima kasih telah menyadarkanku, dan terimakasih telah mengajarkanku atri pentingnya kehidupan ini.
kalian telah mengingatkanku akan pentingnya saling peduli dan memberi setulus hati. kalian telah menyadarkanku akan indahnya perbedaan ini. dan kalian telah mengajarkanku tentang arti kesabaran dan menahan diri.
siapalah aku,.. hanya pendamping masa belajarmu yang hanya bisa mengarahkan langkah tujuanmu, tanpa berhak atas segala keinginanmu.
terkadang egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku menuntutmu melakukan keinginanku yang kuanggap baik dan benar untukmu, padahal bukan itu yang kau mau dan bukan itu yang kau tuju.
terkadang egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku memaksamu melakukan sesuatu yang kuanggap baik dan benar untukmu, padahal bukan itu yang kau mau dan bukan itu yang kau tuju.
sederhana sepertinya...
tapi...
tak sederhana yang ku kira
yang ku inginkan hanya agar kelak engkau menjadi yang lebih baik dari apa yang kudapati saat ini. tapi sekali lagi,..
egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku telah memaksamu untuk meraih itu.
dan baru kusaari kini, saat engkau melakukan aksi
bahwa dirimu adalah milik jiwamu yang harus kubiarkan menjadi seperti apa yang kau mau. dirimu bukanlah jiwaku yang harus ku paksa dan ku minta untuk melakukan ini dan itu.
mungkinkah semangat yang kualirkan telah melemahkanmu,..?
mungkinkah nasihat yang kuberikan membuatmu jemu,..?
mungkinkah hukumanku menjadikanmu seperti orang yang tak dipercaya..?
mungkinkah pujianku membuatmu puas dalam berkarya..?
oh...bukan itu maksudku melakukan itu...
kalau memang begitu maafkan aku..
dan untuk kesekian kali
egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku
yang selalu membentengi dan menghalangi ikatan hati kita untuk menyatu
untuk adik-adikku di TPA
kiranya kuakui segala kehilafanku dan kunyatakan pertaubatanku
dan kiranya dinding ego dan kesombonganku dapat kuruntuhkan,..
maukah kalian masaih bersamaku
belajar dan bermain bersamaku,..?
sungguh aku tak kan bisa dan takkan mampu meraih batas itu..
untuk adi-adik TPA ku..
aku sungguh mencintaimusemata karena Rabb-ku
kalian telah mengingatkanku akan pentingnya saling peduli dan memberi setulus hati. kalian telah menyadarkanku akan indahnya perbedaan ini. dan kalian telah mengajarkanku tentang arti kesabaran dan menahan diri.
siapalah aku,.. hanya pendamping masa belajarmu yang hanya bisa mengarahkan langkah tujuanmu, tanpa berhak atas segala keinginanmu.
terkadang egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku menuntutmu melakukan keinginanku yang kuanggap baik dan benar untukmu, padahal bukan itu yang kau mau dan bukan itu yang kau tuju.
terkadang egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku memaksamu melakukan sesuatu yang kuanggap baik dan benar untukmu, padahal bukan itu yang kau mau dan bukan itu yang kau tuju.
sederhana sepertinya...
tapi...
tak sederhana yang ku kira
yang ku inginkan hanya agar kelak engkau menjadi yang lebih baik dari apa yang kudapati saat ini. tapi sekali lagi,..
egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku telah memaksamu untuk meraih itu.
dan baru kusaari kini, saat engkau melakukan aksi
bahwa dirimu adalah milik jiwamu yang harus kubiarkan menjadi seperti apa yang kau mau. dirimu bukanlah jiwaku yang harus ku paksa dan ku minta untuk melakukan ini dan itu.
mungkinkah semangat yang kualirkan telah melemahkanmu,..?
mungkinkah nasihat yang kuberikan membuatmu jemu,..?
mungkinkah hukumanku menjadikanmu seperti orang yang tak dipercaya..?
mungkinkah pujianku membuatmu puas dalam berkarya..?
oh...bukan itu maksudku melakukan itu...
kalau memang begitu maafkan aku..
dan untuk kesekian kali
egoku yang tak lain merupakan bagian dari kesombonganku
yang selalu membentengi dan menghalangi ikatan hati kita untuk menyatu
untuk adik-adikku di TPA
kiranya kuakui segala kehilafanku dan kunyatakan pertaubatanku
dan kiranya dinding ego dan kesombonganku dapat kuruntuhkan,..
maukah kalian masaih bersamaku
belajar dan bermain bersamaku,..?
sungguh aku tak kan bisa dan takkan mampu meraih batas itu..
untuk adi-adik TPA ku..
aku sungguh mencintaimusemata karena Rabb-ku
Langganan:
Postingan (Atom)
